GDM 13-34切石基说明书.pdf - 第56页
56 | Bahasa Indonesia 1 609 92A 41D | (2 6.9.17) Bosch Power Tools Gunakanlah alat detektor logam yang cocok untuk mencari kabel dan pipa yang tidak terlihat atau hu- bungi perusahaan pengadaan setempat. Sentuhan de- n…

Bahasa Indonesia | 55
Bosch Power Tools 1 609 92A 41D | (26.9.17)
Janganlah menggunakan alat kerja-alat kerja yang
memerlukan cairan pendingin. Penggunaan air atau
cairan pendingin lainnya bisa mengakibatkan kontak
listrik.
Bantingan dan petunjuk-petunjuk khusus
Bantingan (kickback) adalah reaksi yang terjadi tiba-tiba
jika mata gerinda yang berputar tersangkut atau memblok.
Jika alat kerja yang berputar tersangkut atau memblok,
alat kerja berhenti memutar secara tiba-tiba. Dengan
demikian perkakas listrik yang tidak bisa dikendalikan
terpelanting ke arah yang berlawanan dengan arah putaran
alat kerja di tempat di mana alat kerja memblok.
Jika misalnya satu mata gerinda tersangkut atau memblok
dalam benda yang dikerjakan, maka pinggiran mata
gerinda yang berada di dalam benda yang dikerjakan
tersangsang dan bisa mengakibatkan mata gerinda patah
atau terjadi bantingan. Dalam hal demikian mata gerinda
bergerak mendekati atau menjauh orang yang
menggunakan perkakas listrik, tergantung dari arah
putaran mata gerinda di tempat di mana mata gerinda
memblok. Dalam hal ini mata gerinda juga bisa patah.
Bantingan adalah akibat dari penggunaan perkakas listrik
yang tidak cocok atau tidak betul. Bantingan bisa
dihindarkan dengan cara-cara yang dijelaskan di bawah
ini.
Peganglah perkakas listrik dengan baik dan aturkan
badan dan lengan-lengan Anda sedemikian, sehingga
Anda bisa mengimbangi jika perkakas listrik
membanting. Gunakan selalu gagang tambahan jika
memang ada, sehingga Anda bisa mengendalikan daya
bantingan-daya bantingan atau momen reaksi-momen
reaksi sebaik-baiknya pada waktu putaran sedang
bertambah. Orang yang menggunakan perkakas listrik
bisa mengendalikan bantingan atau daya reaksi-daya
reaksi jika orang ini menaati petunjuk-petunjuk untuk
keselamatan kerja.
Janganlah sekali-kali mendekatkan tangan Anda pada
alat kerja-alat kerja yang sedang berputar. Jika
perkakas listrik membanting, alat kerja bisa bergerak di
atas tangan Anda.
Janganlah mendekati lingkungan di depan atau di
belakang mata potong yang sedang berputar.
Bantingan membuat perkakas listrik terpelanting dalam
arah yang berlawanan dengan arah putaran mata gerinda
di tempat di mana mata gerinda memblok.
Bekerjalah dengan sangat hati-hati di sudut-sudut,
pinggiran yang tajam dsb. Jagalah supaya alat kerja-
alat kerja tidak memantul dari benda yang dikerjakan
dan terjepit. Alat kerja yang berputar cenderung terjepit
di sudut-sudut, pinggiran yang tajam atau bisa memantul.
Ini mengakibatkan perkakas listrik tidak bisa dikendalikan
atau mengakibatkan bantingan.
Janganlah menggunakan mata gergaji rantai atau mata
gergaji yang bergerigi serta mata potong intan yang
bersekmen dengan celah yang lebih lebar dari 10 mm.
Alat kerja-alat kerja demikian seringkali mengakibatkan
bantingan atau membuat perkakas listrik tidak bisa
dikendalikan.
Perhatikanlah supaya mata potong tidak memblok dan
janganlah menekannya terlalu keras. Janganlah
membuat pemotongan yang terlalu dalam.
Pembebanan yang terlalu berat pada mata potong
meningkatkan pembebanannya dan membuatnya mudah
tersangkut atau memblok dan dengan demikian bisa
terjadi bantingan atau mata potong patah.
Jika mata potong terjepit atau jika Anda menghentikan
sebentar pekerjaan, matikanlah perkakas listrik dan
janganlah menggoyangkannya hingga mata potong
berhenti memutar. Janganlah sekali-kali mencoba
untuk menarik mata potong yang masih berputar dari
jalur pemotongannya, karena bisa terjadi bantingan.
Periksalah mengapa mata potong terjepit dan betulkan.
Janganlah menghidupkan kembali perkakas listrik,
selama perkakas listrik masih berada dalam benda
yang dikerjakan. Biarkan mata potong mencapai
kecepatan putaran nominal dahulu sebelum Anda
melanjutkan pemotongan dengan hati-hati. Jika tidak,
mata potong bisa tersangkut, melompat ke luar dari jalur
pemotongan atau mengakibatkan bantingan.
Topangkan pelat-pelat atau benda-benda yang besar
yang dikerjakan untuk mengurangi risiko terjadinya
bantingan karena mata potong yang terjepit. Benda-
benda yang besar bisa melengkung ke bawah karena
beratnya sendiri. Benda yang dikerjakan harus
ditopangkan pada kedua sisinya, baik di dekat jalur
pemotongan maupun di pinggirannya.
Berhati-hatilah sekali jika melakukan pemotongan
„kantung“ di tembok atau tempat-tempat lain yang
tidak terlihat bagian dalamnya. Mata potong yang masuk
ke dalam bahan dan tanpa disengaja memotong pipa gas
atau pipa air, saluran listrik atau benda-benda lainnya, bisa
mengakibatkan bantingan.
Petunjuk-petunjuk untuk keselamatan kerja lainnya
Pakailah kaca mata pelindung.
Pakailah masker anti debu.
Kencangkan dan amankan benda yang dikerjakan
dengan klamer-klamer atau cara yang lain pada alas
yang stabil. Jika Anda menahan benda yang dikerjakan
hanya dengan tangan atau dengan cara ditekankan pada
tubuh Anda, benda yang dikerjakan tidak stabil dan
mungkin Anda tidak dapat mengendalikannya.
Pakailah pemalut telinga, kacamata pelindung, masker
anti debu dan sarung tangan. Sebagai masker anti debu
pakailah paling sedikit masker penutup hidung dan
mulut yang menyaring partikel debu kelas FFP 2.
OBJ_BUCH-936-006.book Page 55 Tuesday, September 26, 2017 12:39 PM

56 | Bahasa Indonesia
1 609 92A 41D | (26.9.17) Bosch Power Tools
Gunakanlah alat detektor logam yang cocok untuk
mencari kabel dan pipa yang tidak terlihat atau hu-
bungi perusahaan pengadaan setempat. Sentuhan de-
ngan kabel-kabel listrik dapat mengakibatkan api dan
kontak listrik. Pipa gas yang dirusak dapat mengakibatkan
ledakan. Pipa air yang dirusak mengakibatkan kerusakan
barang-barang atau dapat mengakibatkan kontak listrik.
Janganlah memegang piringan pemotong segera
setelah berhenti bekerja, tunggulah sampai piringan
pemotong menjadi dingin. Piringan pemotong menjadi
sangat panas jika digunakan.
Penjelasan tentang produk dan daya
Bacalah semua petunjuk-petunjuk untuk
keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk
untuk penggunaan. Kesalahan dalam
menjalankan petunjuk-petunjuk untuk
keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk
untuk penggunaan dapat mengakibatkan
kontak listrik, kebakaran dan/atau luka-luka
yang berat.
Penggunaan alat
Perkakas listrik ini cocok untuk memotong atau membuat alur
secara horisontal dalam bahan-bahan yang bermineral
misalnya marmer, tanpa menggunakan air, dengan ketentuan
harus diletakkan secara langsung di atas benda yang
dikerjakan dengan menggunakan pelat dasar dan kap
pelindung. Perkakas listrik ini tidak cocok untuk pemotongan
dalam bahan kayu, bahan sintetik atau logam.
Bagian-bagian pada gambar
Nomor-nomor dari bagian-bagian perkakas pada gambar
sesuai dengan gambar perkakas listrik pada halaman
bergambar.
1 Tombol untuk menghidupkan dan mematikan
2 Tombol pengunci untuk tombol untuk menghidupkan
dan mematikan
3 Skala untuk kedalaman pemotongan
4 Baut kupu-kupu untuk penyetelan pendahuluan
kedalaman pemotongan
5 Tanda panah arah pada poros gerinda
6 Kap pelindung
7 Tanda untuk pemotongan 0°
8 Tanda untuk pemotongan 45°
9 Baut kupu-kupu untuk penyetelan pendahuluan sudut
potong
10 Pelat dasar
11 Skala sudut potong
12 Pegangan (genggaman terisolir)
13 Poros kerja
14 Flens untuk poros kerja
15 Mata potong intan*
16 Flens pemegang
17 Kunci ring
18 Baut pemegang
19 Kunci mur dalam
20 Baut kupu-kupu untuk mistar sejajar*
21 Mistar sejajar*
*Aksesori yang ada pada gambar atau yang dijelaskan, tidak
termasuk pasokan standar. Semua aksesori yang ada bisa Anda
lihat dalam program aksesori Bosch.
Data teknis
Mesin gergaji batu GDM 13-34 GDM 13-34
Nomor model
3 601 36A 2.. 3 601 36A 2B0
Masukan nominal
W13001300
Kecepatan putaran nominal
min
-1
12000 12000
Diameter maks. mata potong intan
mm 114 114
Ketebalan min. piringan pemotong
mm 1,6 1,6
Ketebalan maks. piringan pemotong
mm 2,4 2,4
Garis tengah lubang
mm 20 15
Kedalaman pemotongan maks.
– Pada sudut potong 0°
– Pada sudut potong 45°
mm
mm
34
22
34
22
Berat sesuai dengan EPTA-Procedure 01:2014 kg 2,8 2,8
Klasifikasi keamanan
/II /II
Data-data berlaku untuk tegangan nominal [U] 230 V. Pada tegangan yang lebih rendah dan pada model khusus mancanegara data-data ini bisa berla-
inan.
OBJ_BUCH-936-006.book Page 56 Tuesday, September 26, 2017 12:39 PM

Bahasa Indonesia | 57
Bosch Power Tools 1 609 92A 41D | (26.9.17)
Cara memasang
Sebelum mulai dengan pekerjaan pada perkakas
listrik, tariklah steker dari stopkontak.
Penghisapan debu
Debu dari bahan-bahan seperti misalnya cat yang
mengandung timbel (timah hitam), beberapa jenis kayu,
bahan mineral dan logam bisa berbahaya bagi kesehatan.
Menyentuh atau menghirup debu-debu ini bisa
mengakibatkan reaksi alergi dan/atau penyakit saluran
pernafasan dari orang yang menggunakan mesin atau
orang yang berada di dekatnya.
Beberapa debu tertentu seperti misalnya debu kayu pohon
quercus atau pohon fagus silvatica dianggap bisa
mengakibatkan penyakit kanker, terutama dalam
campuran dengan bahan-bahan tambahan untuk
pengolahan kayu (kromat, obat pengawet kayu). Bahan-
bahan yang mengandung asbes hanya boleh dikerjakan
oleh orang-orang yang ahli.
– Perhatikanlah supaya ada pertukaran udara di tempat
kerja.
– Kami anjurkan supaya Anda memakai kedok anti debu
dengan saringan (filter) kelas P2.
Taatilah peraturan-peraturan untuk bahan-bahan yang
dikerjakan yang berlaku di negara Anda.
Memasang/mengganti mata potong intan
(lihat gambar A)
Untuk memasang dan mengganti mata potong intan
kami anjurkan supaya Anda memakai sarung tangan
pelindung.
Mata potong intan menjadi sangat panas selama
penggunaan, janganlah memegangnya, tunggulah
sampai menjadi dingin.
Gunakanlah selalu hanya mata potong intan yang betul
ukurannya dan cocok garis tengah lubangnya, yang
sesuai dengan data-data yang tercantum dalam bab
Data teknis.
Gunakanlah hanya mata potong berintan. Mata potong
intan yang bersekmen hanya boleh mempunyai sudut
pemotong negatip dan celah maksimal sebesar 10 mm
di antara sekmen-sekmen.
Memasang mata potong intan
Bersihkan mata potong intan 15 dan semua jepitan dan
bagian-bagian jepitan yang akan dipasangkan.
Pasangkan flens untuk poros kerja 14 pada poros kerja 13.
Pasangkan mata potong intan 15 pada flens untuk poros kerja
14. Arah panah pada mata potong intan 15 dan arah putaran
pada kap pelindung 6 harus saling mencocoki.
Pasangkan flens pemegang 16 dan putarkan masuk baut
pemegang 18.
Dengan menggunakan kunci ring 17, tahankan flens
pemegang 16 dan dengan menggunakan kunci mur dalam 19,
kencangkan baut pemegang 18.
Melepaskan mata potong intan
Dengan menggunakan kunci ring 17, tahankan flens
pemegang 16 dan dengan menggunakan kunci mur dalam 19,
lepaskan baut pemegang 18.
Copotkan flens pemegang 16 dan mata potong intan 15 dari
poros kerja 13.
Penggunaan
Macam penggunaan
Sebelum mulai dengan pekerjaan pada perkakas
listrik, tariklah steker dari stopkontak.
Menyetel sudut pemotongan (lihat gambar B)
Kendorkan baut kupu-kupu untuk penyetelan pendahuluan
sudut potong 9. Olengkan perkakas listrik, sampai sudut
potong yang diperlukan tersetelkan pada skala 11.
Kencangkan kembali baut kupu-kupu 9.
Petunjuk: Pada pemotongan yang tidak tegak lurus,
kedalaman pemotongan lebih kecil daripada angka yang
terlihat pada skala 3.
Penyetelan pendahuluan kedalaman pemotongan
(lihat gambar C)
Penyetelan pendahuluan kedalaman pemotongan
hanya boleh dilakukan pada perkakas listrik yang
berada pada penyetelan mati.
Cocokkan kedalaman pemotongan pada ketebalan dari
benda yang akan dikerjakan. Hasil pemotongan yang paling
bagus didapatkan jika mata potong intan melampaui benda
yang dikerjakan kira-kira 2 mm.
Kendorkan baut kupu-kupu untuk penyetelan pendahuluan
kedalaman pemotongan 4. Untuk mengurangi kedalaman
pemotongan, tarikkan perkakas listrik menjauh dari pelat
dasar 10, untuk menambah kedalaman pemotongan,
tekankan perkakas listrik ke pelat dasar 10. Setelkan ukuran
yang diperlukan pada skala untuk kedalaman pemotongan 3.
Kencangkan kembali baut kupu-kupu 4.
Tanda-tanda pemotongan
Tanda pemotongan 0° (7) menunjukkan posisi mata potong
intan pada pemotongan dengan sudut siku. Tanda
pemotongan 45° (8) menunjukkan posisi mata potong intan
pada pemotongan dengan sudut 45°.
Cara penggunaan
Perhatikan tegangan jaringan listrik! Tegangan
jaringan listrik harus sesuai dengan tegangan listrik
yang tercantum pada label tipe perkakas listrik.
Menghidupkan/mematikan
Untuk menghidupkan, tekan tombol untuk menghidupkan
dan mematikan 1 dan tahan tekanan.
Untuk mengunci tombol untuk menghidupkan dan
mematikan 1 yang tertekan, tekan tombol pengunci 2.
Untuk mematikan, lepaskan tombol untuk menghidupkan
dan mematikan 1 atau jika dikunci dengan tombol pengunci 2,
tekan sebentar tombol 1 dan lepaskan.
OBJ_BUCH-936-006.book Page 57 Tuesday, September 26, 2017 12:39 PM